Nah, Pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan tentang scripting yang berbasis client, ada 2 jenis scripting, yaitu yang berbasis client dan berbasis server. Dari kedua jenis itu, yang paling sering dipakai adalah yang berbasis client atau yang sering disebut client-side.
Scripting berbasis client pun beragam, ada yang bisa diakomodasi oleh banyak browser karena sifatnya yang terbuka dan ter-standarisasi, namun ad ajuga yang sifatnya tertutup, sehingga hanya cocok untuk browser saja.
Kadang, browser itu perlu menambahkan sebuah program tertentu untuk bisa menampilkan script berbasis client tersebut. Program tambahan tersebut disebut plug-in yaitu program tambahan untuk browser tersebut.
Misalnya nih, applet Java yang memerlukan plugin JRE untuk sistem operasi dan browser, sehingga kode client side untuk mengakses file flash di server dapat berjalan.
Berikut beberapa contoh bahasa pemrograman cilent side:
- Java Script
- VBScript
- Java (yang memerlukan plugin)
- Kontrol ActiveX
- Macromedia Flash (memerlukan plugin)
Seorang bisa membuat lebih dariwe45 satu script dalam waktu yang bersamaan. Namun, bahasa tidak bisa dicampur dalam satu potong script. Dari 5 script populer di atas, yang paling populer adalah JavaScript.
Ini disebabkan karena JavaScript (berbeda dengan Java) yang merupakan bahasa scripting yang pertama kali muncul dan sifatnya terbuka, sehingga didukung oleh banyak browser dan paling banyak diimplementasikan.
Yang pertama kali memperkenalkan JavaScript adalah Netscape Navigator yang kemudian diadopsi oleh Microsoft dengan nama JScript. Ditinjau dari tata bahasanya, JavaScrip dikembangkan berbasis C, C++, dan Perl.
Sedangkan yang kedua ada VBScript adalah script yang dikembangkan oleh Microsoft yang berbasis Visual Basic. Sintaks VBScript sejauh ini hanya bisa dieksekusi oleh browser yang dikembangkan oleh Microsoft pula, yaitu Internet Explorer.
Yang ketiga adalah Java (berbeda dengan JavaScript). Utuk menggunakan Java, diperlukan plugin. Walaupun demikian, Java juga termasuk plugin yang populer karena bisa diakses di banyak browser dan di berbagai platform asalkan memiliki plugin Java Runtime environment atau lazim disingkat sebagai JRE.
Untuk Menjalankan script java, programmer harus menuliskan kode Java kemudian mengomplimasinya. Setelah terkompilasi, program akan bisa dijalankan di semua komputer atau piranti yang memiliki JRE.
Script Java yang berbasis client sering disebut juga sebagai applet. Adapun yang dijalankan di server sering juga disebut servlet. berbeda dengan lainnya, Java merupakan script yang cukup powerful karena adanya enviroment khusus yang memungkinkan kode Java untuk dijalankan. Walaupun demikian, JRE memiliki scurity manager yang memungkinkan kode java untuk tidak lagi mengakses bagian penting dari sistem operasi yang bisa membuat komputer tidak stabil atau hang. Namun, script java juga bisa digunakan untuk melakukan hal yang jahat. Kode jahat ini sering disebut juga sebagai malicious applet atau applet jahat.
Adapun ActiveX merupakan bahasa pemrograman yang memiliki berbagai kemampuan sekaligus berpotensi mengundang bahaya. Kontrol-kontrol ActiveX bisa diintegrasikan ke halaman web dan menggunakan fungsi seperti button, list drop down, textbox, dan sebagainya.
Karena bersifat strategis, kontrol ActiveX bisa mengambil alih mesin host yang dipakai untuk menjalankan halaman web. Akibatnya, jika ada kode jahat, ActiveX bisa menjadi worm yang akan menyebabkan kerusakan komputer.
Tidak seperti Java yang ada security managernya, ActiveX sangat powerful, sehingga sangat mungkin disalahgunakan. Tapi, ActiveX merupakan sebuah tool yang powerful dan fleksibel, sehingga sangat menarik bagi programmer dan pengembang web.
Itulah semua yang dapat kami sampaikan, mudah-mudahan sangat bermanfaat bagi semua, Terima Kasih..